Kenali Jenis-Jenis Cairan Kimia oleh Jasa Penyemprotan Disinfektan

Setidaknya ada tiga jenis cairan kimia yang paling sering digunakan oleh jasa penyemprotan disinfektan dalam meraciknya. Ketiganya tentu memiliki sifat berbeda-beda sehingga Anda pun harus memperhatikan keamanannya jika tidak sengaja terpapar dan mengenai kulit, mata atau organ lainnya.

Jenis-Jenis Cairan Kimia dari Jasa Penyemprotan Disinfektan

Sebenarnya ada banyak jenis cairan kimia yang bisa digunakan sebagai bahan pembuatan disinfektan. Sementara setiap perusahaan jasa penyemprotan disinfeksi ini seringkali menggunakan ketiga kandungan di bawah ini karena dirasa memiliki tingkat efektivitas paling tinggi.

1. Iodin
Iodin akan digunakan apabila langkah disinfeksi dilakukan pada skala kecil seperti di dalam ruangan pasalnya bahan ini sudah cukup untuk mengatasinya. Contohnya, sebanyak 2 tetes cairan ini dan dilarutkan ke etanol dapat digunakan dalam air sebanyak 1 liter.
Iodin sendiri umumnya digunakan sebagai bahan disinfektan dalam bentuk iodofor. Hal ini dikarenakan sifatnya memang lebih stabil dan aktif untuk membunuh berbagai jenis mikroorganisme patogen. Umur simpannya juga relatif lama sehingga aman saat penyimpanan.

2. Alkohol
Cairan alkohol menjadi jenis senyawa kimia yang paling sering digunakan di rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya. Bahan ini umumnya digunakan sebagai disinfektan dalam bentuk etil alkohol dan isopropyl. Konsentrasinya bisa dipakai pada kisaran 6% sampai 90%.
Senyawa ini akan menimbulkan efek karat apabila diaplikasikan pada benda yang terbuat dari logam. Jadi sebaliknya, pengaplikasian carian disinfektan alkohol lebih baik digunakan di barang-barang berbahan karet dan plastik.

3. Klorin
Ada banyak jenis klorin yang dapat digunakan sebagai bahan disinfektan, salah satu paling sering dipilih yaitu asam hipokorit karena memiliki sifat aktif membunuh mikroorganisme. Kelebihannya adalah mampu membasmi bakteri dalam jumlah banyak sekaligus.

Sayangnya klorin bisa menimbulkan efek karat jika berada dalam pH rendah. Kelemahan lainnya yakni cepat berubah menjadi non aktif jika terpapar oleh senyawa organik. Hal ini mengharuskan penggunaannya perlu hati-hati dan teliti.

Itulah tadi ketiga bahan aktif yang paling sering digunakan oleh jasa penyemprotan disinfektan dalam meracik produk disinfeksi. Anda pun bisa saja menggunakannya asalkan tetap memperhatikan prosedur pemakaiannya.