Mimpi Gus Dur Nyuci


Masih penuturan dari Kalimantan, oleh Ibnu Sami, senior kami yang aktif di LK3, dan dosen di Banjarmasin. Begini ceritanya yang diunggah di Facebook-nya:

Ini teman akrabku lagi, sama-sama denganku sebagai dosen Fakultas Tarbiyah UIN Antasari, Banjarmasin, tapi sekarang ia Ketua Jurusan Perpustakaan. Ia salah seorang Pengurus Muhammadiyah Kota Banjarmasin, tapi ia mengambil tarekat Naqsyabandiyah.

Bisa dikatakan organisasinya ikut kaum muda, amaliyahnya ikut kaum tua. Aku dan dia tergabung dalam komunitas pengajian sebagian dosen Fakultas Tarbiyah One Week One Juz yang mengkhatamkan Al-Qur'an dua minggu sekali secara Muqaddam dan 30 minggu sekali secara Tadarrus.

Pada suatu waktu di kantornya, dia cerita kepadaku bahwa dia pernah bermimpi Gus Dur. Dia mengisahkan terjadi mimpinya itu sekitar tahun 1998 sebelum Gus Dur terpilih sebagai Presiden.

Ia melihat dalam mimpinya Gus Dur hanya memakai sarung dan kaos oblong sedang sibuk mencuci pakaian yang begitu menumpuk dan banyak, tapi tak terlihat Gus Dur merasa lelah bahkan justru terkesan dari ekspresi wajah beliau riang gembira.

Cukup aneh seorang pengurus Muhammadiyah ditemui oleh Gus Dur yang tokoh bahkan seorang darah biru NU. Sebelumnya ia tak berani untuk menafsirkan mimpinya itu dengan serius hanya dianggapnya suatu mimpi belaka yang takkan pernah nyata.

Namun kemudian ketika Gus Dur naik terpilih sebagai Presiden, meskipun hanya terasa sekejap belaka, cuma sekitar lebih dua setengah tahun, ia teringat mimpinya itu dan ternyata bermakna.

Ia menta'birkan mimpi itu sebagai suatu isyarat bahwa Gus Dur berkuasa hanya untuk merperbaiki keadaan dan keberadaan negara yang sudah sangat rusak warisan rezim Soeharto yang diktator dan otoriter untuk kembali menjadi rumah rakyat yang ramah dan sentosa.

Gus Dur walaupun berkuasa sangat singkat, tapi membuat negara kembali kuat dan bangsa menjadi terhormat dan bermartabat.

Sebenarnya, Presiden-Presiden berikutnya beruntung karena lapangan jalur menuju kekuasaan yang tadinya kotor, kini sudah relatif dibersihkan oleh Gus Dur dengan semangat kebangsaan yang luhur dan rasa kemanusiaan yang jujur, hingga Presiden berikutnya dimudahkan hanya tinggal melanjutkan saja.

Begitu temanku bermimpi dan coba menta'birkannya sendiri, aku hanya manggut-manggut saja mengiyakannya. Wallahu a'lam. (Nur Khalik Ridwan)

Sumber :nu.or.id
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Mimpi Gus Dur Nyuci"

Post a Comment

close
Banner iklan disini