Gus Dur adalah Jendela dan Pelita


Bagi santri, generasi muda, dan bangsa Indonesia pada umumnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah jendela dan pelita. Sebagai jendela, Gus Dur memberikan pandangan dunia yang lebih dan pelita karena Gus Dur berperan sebagai penerang dalam setiap persoalan.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU H Rumadi Ahmad ketika mengenang Gus Dur dalam peringatan sewindu haulnya.

“Bagi santri seperti saya, Gus Dur adalah jendela dan pelita. Jendela, karena melalui Gus Dur para santri bisa melihat dunia yang lebih luas,” ujar Rumadi saat dihubungi NU Online, Kamis (14/12).

Menurutnya, Gus Dur membuka dan mengajari bangsa Indonesia bagaimana melihat berbagai persoalan tidak secara monolitik.

“Sehingga kita bisa berkata, tidak ada yang perlu dibenci habis-habisan, dan tidak ada yang perlu dibela mati-matian. Dari Gus Dur, kita-terutama kaum santri-bisa melihat dunia,” jelas Dosen Pascasarjana UNUSIA Jakarta ini.

Dikatakan pelita, sambung Rumadi, karena Gus Dur menjadi penerang dalam berbagai persoalan. Di tengah rumitnya persoalan yang dihadapi bangsa ini, Gus Dur selalu memberi cahaya untuk mencari jalan keluar.

“Kalau toh masalah itu sangat sulit untu diselesaikan, bahkan tidak mungkin untuk diselesaikan, Gus Dur bisa bilang, kalau sudah tahu masalah itu tidak bisa diselesaikan, untuk apa kita susah-susah untuk menyelesaikan?” ucapnya meniru perkataan Gus Dur.

Haul ke-8 Gus Dur ini mengambil tema besar Semua Demi Bangsa dan Negara. Tema ini diambil mengingat perjuangan Gus Dur dalam meneguhkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Gus Dur sebagai guru bangsa mampu mempererat kemajemukan bangsa Indonesia.

Gus Dur juga mengajarkan bahwa muara penyelenggaraan negara dan praktik politik adalah kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusiaan tidak perlu dikorbankan demi kepentingan politik praktik yang berorientasi kekuasaan semata.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, sewindu haul Gus Dur ini juga akan diselenggarakan di kediaman keluarga Gus Dur di Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan pada Jumat (20/12/2017). Haul kali ini dikomandoi oleh putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid. (Fathoni)

Sumber :nu.or.id
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Gus Dur adalah Jendela dan Pelita"

Post a Comment

close
Banner iklan disini