Gus Dur Hapus Diskriminasi Pribumi- Tionghoa di Indonesia


Mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Presiden RI yang keempat (20 Oktober 1999–24 Juli 2001), sangat dikenal mempelopori kebebasan etnis Tionghoa merayakan Hari Raya etnis Tionghoa, Imlek, di Indonesia. Gus Dur juga pernah mengaku jika dalam darahnya juga mengalir darah Tionghoa, selain Jawa dan Arab. Bahkan, Gus Dur menceritakan nenek moyangnya memiliki marga Tan.

Menurut Gus Dur, keberadaan kaum Muslim pribumi sesungguhnya tak lepas dari peranan kaum Muslim Tionghoa, sedangkan empat dari sembilan wali di tanah Jawa dipercaya generasi keturunan Tionghoa.

''Sunan Ampel, Sunan Drajad, Sunan Muria, dan Sunan Bonang adalah Muslim Tionghoa di abad 14-15. Termasuk saya sendiri juga keturunan Tionghoa dari mbah-mbah saya, cuma saya ndak tahu bagaimana kehidupan generasi Tionghoa sekarang yang merupakan turunan mbah-mbah saya,'' tutur Gus Dur suatu ketika.

Cucu Hadratussyaikh ini menyayangkan jika sampai kini masih ada diskriminasi terhadap kaum minoritas Tionghoa, khususnya di bidang pemerintahan. ''Kaum Tionghoa tidak boleh malu dikatakan Tionghoa. Kita tahu bahwa nenek moyang kitalah yang ikut menyebarkan agama Islam di tanah Jawa dan Sumatra yang kini menjadi agama mayoritas penduduknya,'' tegasnya. */mm/republika

Sumber : muslimoderat.net
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "Gus Dur Hapus Diskriminasi Pribumi- Tionghoa di Indonesia"

Post a Comment

close
Banner iklan disini