7 Nasehat Kiai Makhrus Lirboyo. Yang Terakhir Kiai Taruhan Potong Telinga


Para kiai selalu punya petuah-petuah yang dijadikan prinsip dalam menjalani kehidupan. Petuah-petuah itu biasanya seringkali disampaikan sehingga petuah-petuah melekat dan menjadi pegangan oleh juga oleh santri.

Demikian Syaikhona Kyai Makhrus Ali Lirboyo. Banyak petuah-petuah penting yang bisa kita jadikan prinsip. Petuah itu seperti tak kenal masa dan bisa dipakai sampai kapanpun. Setidaknya ada tujuh petuah Kiai Mahrus Ali yang diterima Dutaislam.com, yaitu:

1. Orang ingin sukses kuncinya menghormati istri.

2. Kalau ingin hidup mulia, hormati orangtua khususnya ibu.

3. Ingat! kalau jadi pemimpin, tolong hindari dua masalah. Pertama, jangan sampai mata duitan. Kedua, jangan tergoda perempuan. Kalau bisa bertahan dari dua hal ini insyaallah selamat.

4. Nabi Sulaiman itu sukses dalam 90 tahun. Nabi Nuh sukses dalam waktu 900 tahun. Tetapi dalam Al Quran yang disebut ulul 'azmi adalah Nabi Nuh. Ini menunjukkan perjuangan dilihat dari kesulitan, bukan dari jumlah murid. 

5. Orang yang mempunyai ilmu sambil di riyadlohi dengan yang punya ilmu tapi tidak di riyadlohi hasilnya berbeda. Riyadloh paling utama adalah istiqamah.

6. Saya dulu waktu di pondok tidak pernah membayangkan akan jadi kiai. Tidak pernah membayangkan akan menjadi orang kaya. Akhirnya menjadi orang mulia seperti ini saya takut. Jangan-jangan bagian saya ini saja, di akhirat tidak dapat bagian apa-apa.

7. Ngajarlah ngaji! Kalau ngajar ngaji nanti kamu tidak bisa makan, kethoken kupingku (potonglah telingaku, Red)

Demikian tujuh petuah Kiai Makhrus Ali Lirboyo. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan prinsip dalam kehidupan sehari-hari. Amin [dutaislam.com/ed/pin]

Sumber : dutaislam.com
0 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 Response to "7 Nasehat Kiai Makhrus Lirboyo. Yang Terakhir Kiai Taruhan Potong Telinga"

Post a Comment

close
Banner iklan disini