Inilah Penjelasan KH. Said Aqil Siraj, Terkait Jenggot yang Dipelintir Media Ekstrimis



JAKARTA – Menanggapi reaksi sejumlah netizen yang memelintir pidato Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA seputar jenggot, Ketua Umum PBNU ini akhirnya memberikan klarifikasi dan penjelasan melalui sebuah video yang diunggah di Youtube.

Tagline Berita di sebuah Media
Berikut keterangan dan penjelasan lengkap pendapat Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh…

Memilihara jenggot adalah termasuk salah satu sunnah Rasullah SAW. Konsekuensinya orang yang memanjangkan jenggot harus mengikuti perilaku dan akhlak rasulullah. Karena misi yang paling subtansi dari rasulullah adalah membangun akhlakul karimah, bukan sekedar aksesoris yang menghiasi dirinya, tapi akhlaknya jauh dari perilaku akhlak mulia dan akhlak rasullah.

Masalah jenggot, menurut saya, orang yang memiliki jenggot itu mengurangi kecerdasanya. Karena syaraf yang sebenarnya mendukung untuk kecerdasan otak sehingga menjadi cerdas, (karena tumbuh jenggot) akan tertarik sampai habis. Sehingga jenggotnya menjadi panjang.

Nah, orang yang berjenggot panjang, walaupun kecerdasannya berkurang, dia akan turun ke hati. Artinya orang yang berjenggot panjang adalah simbol dari orang yang hatinya sudah arif, hatinya bersih, tidak lagi mencintai harta, mencintai dunia, apalagi jabatan. Kemudian menjadi orang yang ikhlas lillahita’ala.

Oleh karena itu, apabila kita melihat ulama-ulama sufi atau para wali, itu semuanya berjenggot. Artinya kecerdasannya sudah pindah dari otak menuju hati. Orang yang berjenggot seharusnya mengikuti beliau-beliau ini. Perpanjang jenggot itu silahkan, tapi hatinya harus mulia. Tidak ada rasa takabur, tidak ada hubbu al dunya (mencintai dunia), cinta kedudukan maupun jabatan. Karena jenggot menunjukan simbol kebersihan hatinya dan simbol karifan jiwanya.

Bagi yang belum mencapai maqom tersebut, menurut saya, seyogyanya tidak memenghiasi dirinya penampilan jenggot panjang, bergamis, dan malah menjadikannya sombong akhirnya dengan penampinnya tersebut. Dia merasa paling benar, paling mengikuti sunnah rasul. Silahkan berjenggot panjang, tapi hatinya harus mulia, harus bersih dengan berakhlakul karimah.

Sumber : arrahmah.co.id
10 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

10 Responses to "Inilah Penjelasan KH. Said Aqil Siraj, Terkait Jenggot yang Dipelintir Media Ekstrimis"

  1. Salut sama kang said. Mungkin cuma beliau yang punya filosofis jenggot seperti ini.

    ReplyDelete
  2. Nyuwun sewu pak Kyai, mugi-mugi dirahmati Allah SWT. Saya mencintai Rasulullah Muhammad SAW yang berjenggot. Kaum kafir sekitar abad 11 Masehi, mencari berbagai cara supaya orang berjenggot menjadi sangat buruk. Bahkan tentara penjaga Paus dari Swiss diharamkan berjenggot karena berjenggot dianggap menjadi bodoh dan mengikuti ajaran bodoh. Pada akhir abad 11 Masehi perang salib 1 berkobar, 1096 Masehi jadi saksi orang jenggot target tentara salib untuk dibunuh, padahal Jerusalem dihuni warga berjenggot bukan hanya kaum Muslim. Sy ingin panjenengan dalem KH Mustafa Bisri lan KH Sholahuddin Wahid diberi hidup lama, supaya dapat mendoakan ampun atas perilaku KH Said ini. Kulo lulusan pesantren NU Al Muayyad Surakarta dari tahun 1993-1999, mbah Kyai Said, amboko kulo jengkel kaleh jenengan, tetep kulo dongakken jenengan bahagia dunia akhirat. Ya Allah Ya Rasulullah kami mencintai Muslim yg berjenggot, jangan diskriminatif karena struktur tubuh kami berjenggot di dagu, itu rahmatMu ya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah.....
      SETUJU bgt dengan jenengan pak.

      Delete
    2. Subhanallah.....
      SETUJU bgt dengan jenengan pak.

      Delete
    3. itu hanya bahasa sindiran mas, kalo jenengan marah yah silahkan tapi itu mmalah menunjukkan siapa diri mas sendiri
      baca bagian yg ini: Silahkan berjenggot panjang, tapi hatinya harus mulia, harus bersih dengan berakhlakul karimah.

      Delete
  3. Lebih baik minta maaf, klo memang ada prnyataan yg menganggu ukhuwah islamiyyah,, kita tdk boleh egois, siapa pun kta & dr golongan apa pun. Dan sbgai sesama muslim kta wajib saling me maafkan dan mengingatkan.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah. Penjelasan yang mendalam.

    ReplyDelete
  5. jika ahli tasawuf mah ga bakalan ngomong yang menjadi fitnah di umat

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini