Quote Gus Dur : Islam, Toleransi, Sikap Inklusif, Dan Humanitarianisme Universal (1)


1. Sikap Lunak Dan Moderat Tidak Bertentangan Dengan Ajaran ISLAM. Sikap Terlalu Keras Itulah Yang Keluar Dari Batasan-Batasan Ajaran AGAMA.
2. Kita butuh Islam Ramah, Bukan Islam Marah
3. Kalau anda tidak tidak ingin dibatasi, Maka janganlah Anda Membatasi. Kita Sendirilah yang Harusnya tahu batas kita Masing-masing.
4. Saya mencita-citakan umat Islam Indonesia menjadi Umat Beragama Yang Berpandangan Luas, Mampu memahami orang lain, menummpahkan kebersamaan yang utuh dengan segala pihak, menjunjung tinggi kebebasan sebagai sarana demokrasi.
5. Pencarian Solusi tidak akan mudah bila berangkat dari main mutlak dalam pemikiran yang sifatnya tertutup.
6. Bahwa dialog yang dapat menciptakan wajah manusia yang tidak memandang perbedaan Suku, Budaya dan Latar Belakang sejarah serta membuka jalan untuk meningkatkan nilai-nilai universal dan komitmen budaya perdamaian dan kerukunan umat manusia.
7. Minoritas melakukan kesalahan bukan berarti yang mayoritas menjadi benar kalau berbuat hal yang sama, Janganlah mendorong minoritas untuk semakin memiliki Complex-Inferiority. Berilah mereka kesempatan untuk berkembang serta perlakukanlah secara Adil.
8. Tidak penting apa latar belakangmu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih baik untuk semua orang, orang tidak akan tanya apa agamamu, Apa Sukumu, Apa Latarbelakangmu.
9. Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering merasa minder.Umat islam--Mungkin karena faktor masa lalu--sering dihantui rasa kekalahan dan kelemahan.
10. Gerakan pembebasan yang sebenar-benarnya adalah pembebasan tanpa landasan kecuali manusia itu sendiri 

Sumber : Buku "The Wisdom Of Gus Dur"
2 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

2 Responses to "Quote Gus Dur : Islam, Toleransi, Sikap Inklusif, Dan Humanitarianisme Universal (1)"

  1. smoga kami dapat meneladani ajaranmu

    ReplyDelete
  2. Terbayang baktimu... Terbayang jasamu... Terbayang jelas... Jiwa sederhanamu... Bernisan bangga... Berkafan do'a... Dari kami yang merindukan orang sepertimu...

    ReplyDelete

close
Banner iklan disini