Gus Dur Dan Cerita Poros Asia Yang Menakutkan Dunia


Mei 2001, Indonesia menjadi tuan rumah KTT G-15. Walau politik nasional saat itu memanas, namun sejumlah negara tetap hadir di acara yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC).

Tapi, bukan kisah KTT yang menarik. Namun, Presiden KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, yang membuat kisah itu menarik.

Presiden Gus Dur, saat itu memang sedang tidak harmonis dengan Wapres Megawati Soekarnoputri, yang memilih ikut Amien Rais di Poros Tengah.

Walau begitu, kenegarawanan Gus Dur terlihat di sini. Cucu pendiri NU KH Hasyim Ashari itu, tetap meminta Mega hadir untuk lebih akrab dengan para pemimpin dunia yang lainnya.

Di sela-sela KTT G-15 yang ke-6 itu, juga turut digelar Indonesian International Telecommunication and Information Technology (IITELMIT). Waktu itu, Luhut B Pandjaitan, yang menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, didaulat membuka acara.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Presiden Gus Dur. Di Istana Negara, Presiden Gus Dur mengundang menteri IT Tiongkok dan India. Gus Dur punya alasan yang kuat untuk meminta kedua menteri ini ke Istana Negara.

Cerita ini dikisahkan oleh Jubir Presiden Gus Dur, Adhie M Massardi, Senin 22 Desember 2014.

Dalam pertemuan itu, bukan Gus Dur namanya, kalau tidak membuat tamunya tertawa hingga terpingkal-pingkal dengan joke-joke khasnya. Tapi joke ala Gus Dur itu juga, sukses membuat keakraban antara dirinya dan kedua menteri dari Tiongkok dan India tadi.

Setelah keakraban tercipta, Gus Dur mulai melontarkan ide besarnya. Harus diakui, kedua menteri itu sampai terperangah.

"Sesungguhnya, kita bertiga ini mewakili tiga negara yang kalau ditotal penduduknya, hampir setengah penghuni dunia," tutur Gus Dur mulai melontarkan idenya.

"Jadi kalau kita kompak, kita bisa menguasai paling tidak setengah pasar dunia atas produk IT kita. Jadi kalau RRC yang kuat di sektor hardware dan India yang canggih di bidang software serta Indonesia bisa membantu di kedua sektor itu bersatu, kita bisa melahirkan produk IT yang berkualitas dan mampu menguasai pasar dunia...!" jelas Gus Dur.

Ya, Gus Dur punya obsesi dan mimpi yang tinggi dan besar, membentuk poros Jakarta-Beijing-New Delhi. Poros yang kuat dari Asia, yang diyakini akan mengalahkan Eropa dan Amerika Serikat.

Gus Dur sangat yakin, poros ini bisa menghentikan dominasi Eropa dan AS, yang sudah masuk dalam segala bidang di Asia.

Kata Adhie, impian poros baru Asia itu kini sudah terkubur. Hanya joke-joke yang menyakitkan saja yang tersedia hingga kini.

"Bila China unggul di bidang hardware, India software, dan Indonesia: no where...!"

Tapi itu mimpi seorang Gus Dur, yang kini sudah tiada lagi. Tanggal 27 Desember 2014, adalah peringatan Haul ke-5 Gus Dur di Ciganjur Jakarta Selatan.

"Makanya, saya kasihan sama Megawati dan teman-teman Poros Tengah yang tidak paham tentang apa yang dipikirkan dan dijalankan Gus Dur bagi republik ini," kata Adhie, yang kini aktif di Gerakan Indonesia Bersih (GIB). [gus]

Sumber : Inilah.com Tanggal 22 Desember 2014
1 Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

1 Response to "Gus Dur Dan Cerita Poros Asia Yang Menakutkan Dunia"

close
Banner iklan disini