Empat Pemimpin Negara di Dunia yang berhasil Dibuat 'Ngakak' oleh Gus Dur

Empat Pemimpin Negara di Dunia yang berhasil Dibuat 'Ngakak' oleh Gus Dur


GusdurFiles.com ~ Humor memang lekat dengan mantan Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur . Guyon-guyon cerdas kerap dia lontarkan, entah dalam acara resmi maupun tidak. Bahkan semasa menjabat sebagai presiden, Gus Dur juga kerap mengocok perut orang-orang di sekitarnya, mulai dari staf istana, pejabat negara, hingga para pemimpin dunia.

Gus Dur misalnya, mampu membuat Presiden Amerika Serikat Bill Clinton tertawa 'ngakak' saat bertemu presiden RI yang juga seorang kiai itu. Foto Bill Clinton tertawa bersama Gus Dur hingga kepalanya mendongak dimuat dalam foto-foto koran di Amerika.

Bukan hanya Bill Clinton, konon Gus Dur dalam sebuah acara juga membuat Raja Fahd Arab Saudi tertawa hingga giginya kelihatan. Padahal, Raja Fahd dikenal berwajah angker dan jarang terlihat tertawa. Selain Bill Clinton dan Raja Fahd, Gus Dur juga diceritakan pernah membuat 'ngakak' beberapa pemimpin di dunia.

Berikut ini 4 pemimpin negara di dunia yang dibikin 'ngakak' Gus Dur yang diolah dari berbagai sumber:

1. Presiden Amerika Bill Clinton

Kisah ini terjadi pada Januari 2000, ketika Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bertemu Presiden Amerika Serikat Bill Clinton. Pertemuan ini tentu saja banyak diliput oleh wartawan di dunia.

Uniknya, koran-koran di Amerika memuat foto Gus Dur bersama Bill Clinton dalam pertemuan itu dengan gambar Clinton sedang tertawa terbahak sampai kepalanya mendongak. Lalu apa sih yang dikatakan Gus Dur sampai Clinton terpingkal-pingkal begitu?

Menurut Gus Dur, kepada Jaya Suprana, barangkali tentang joke yang disampaikan oleh Presiden John Kennedy. Gus Dur menceritakan, suatu hari Kennedy mengajak serombongan wartawan ke ruang kerja Presiden AS.

Di salah satu dindingnya ada sebuah lubang kecil tempat Presiden Dwight Eisenhower menaruh peralatan golfnya. "Ini lho, perpustakaannya Eisenhower," kata Kennedy mengejek pendahulunya itu. Clinton terpingkal mendengarkan cerita Gus Dur itu.

Dari mana Gus Dur mendapat cerita itu? "Saya baca di buku Ted Sorrensen," kata Gus Dur.

"Lho jadi Presiden Clinton sendiri tidak tahu cerita itu?" tanya Jaya Suprana.

"Ya mungkin nggak tahu, sebab dia nggak baca buku. Mana mungkin Presiden Amerika baca buku? Kalau dia baca buku berarti kelihatan dia nggak punya kerjaan.

Nah, kalau Presiden Indonesia, justru harus baca buku sebab nggak ada kerjaan," timpal Gus Dur.
2. Raja Fahd Arab Saudi


Kalau kisah ini disampaikan adik kandung Gus Dur, Lily Wahid. Menurut Lily, Gus Dur adalah salah satu orang yang mampu membuat Raja Fahd ngakak. Pertemuan antara Raja Fahd dan Gus Dur diliput media-media Arab Saudi sambil memajang foto keduanya sedang tertawa.

"Hanya Gus Dur yang bisa membuat Raja Fahd ketawa, Gus Dur telah membuat sejarah, selain berhasil membebaskan TKI yang dihukum pancung, Gus Dur juga bisa membuat raja Arab Saudi tertawa terbahak-bahak," kata Lily di Jakarta, Juni 2011.

Hal tersebut tidak pernah terjadi ataupun dibayangkan oleh rakyat Arab Saudi. "Di media Arab Saudi Raja Fahd tertawa terbahak-bahak sampai langit mulut raja kelihatan. Itu tak pernah terjadi," katanya.

Tentu saja, hal itu membuat orang heran. Ketika itu banyak yang bertanya, kok bisa membuat raja tertawa. "Gus Dur mengatakan, ya tentu saja bisa karena raja tetap manusia, Gus Dur bilang mungkin ada sesuatu tidak anda mengerti," kata Lily menirukan ucapan Gus Dur.

Lalu apa yang dikatakan Gus Dur kepada Raja Fahd? Gus Dur ketika itu hanya berkata, "Raja Fahd adalah satu-satunya orang arab yang tidak beristri dua."

3. Presiden Kuba Fidel Castro


Kisah ini terjadi pada 2000 lalu di Hotel Melia Havana, ketika Gus Dur bertemu dengan Presiden Kuba Fidel Castro. Selain menggunakan sendal jepit, Gus Dur juga mampu membuat Castro terpingkal-pingkal.

Kisah ini diceritakan mantan Kepala Protokoler Istana Wahyu Muryadi dalam beberapa acara di televisi. Wahyu saat itu mendampingi Gus Dur bersama rombongan datang ke Havana untuk menghadiri acara KTT Non Blok.

Castro mendadak datang ke hotel tempat Gus Dur menginap. Uniknya, Gus Dur waktu itu masih memakai sandal jepit. Kedatangan Castro jelas membuat Gus Dur panik. Dia bergegas mengenakan celana panjang. Namun, Gus Dur tak sempat memakai sepatu.

Setelah membahas sesuatu yang serius terkait KTT Non Blok selama 30 menit, Gus Dur dan Castro pun beradu lelucon. Ketika bertemu Castro, Gus Dur menyampaikan lelucon tentang presiden-presiden Indonesia yang gila.

Menurut Gus Dur, presiden RI pertama gila wanita, presiden RI kedua gila harta, dan presiden RI ketiga gila teknologi. "Terus presiden yang keempat, coba Pak Castro tebak," kata Gus Dur saat itu. "I don't know," jawab Castro.

"Kalau saya ini yang memilih orang-orang gila," kata Gus Dur. Saat itu Castro yang selalu berpenampilan dengan janggut panjangnya itu langsung terpingkal-pingkal.
4. Presiden Prancis Jacques Chirac


Saat kunjungan keliling Eropa pada Februari 2000, Gus Dur bertemu para kepala negara di dunia, salah satunya Presiden Prancis Jacques Chirac. Untuk mencairkan suasana, Gus Dur membuat humor-humor segar. Guyonan yang dia pilih sedikit banyak ada sangkutannya dengan tuan rumah.

Menurut Gus Dur, pada 1970-an di Indonesia mulai diupayakan dialog antaragama. Penggagasnya adalah Prof Mukti Ali, waktu itu menteri agama.
"Saya sangat setuju dengan prinsipnya, tapi tidak setuju dengan contoh yang diberikan Mukti Ali," ujar Gus Dur.

"Mengapa?" tanya Presiden Chirac, mulai heran.

"Menurut Mukti Ali, semua agama itu sama saja; sama bagusnya, sama luhurnya. Ini saya setuju. Tapi dia memberi contoh dengan menyebut anggur. Ini saya tidak setuju. Sebab, kata Mukti Ali, agama-agama itu seperti anggur. Bisa dimasukkan ke gelas yang pendek, yang lonjong, yang bulat dan sebagainya, tapi isinya sama saja; anggur."

"Lho, mengapa Anda tidak setuju?" tanya Chirac, belum paham juga.

"Sebab anggur itu macam-macam, wadahnya juga macam-macam. Tidak bisa sembarangan."

"Ya, betul, betul," kata Chirac sambil tertawa. "Saya tahu benar tentang hal itu sebab saya orang Prancis."

Lalu, tambah Gus Dur kepada Jaya Suprana dalam acara (Talk show TPI, Rabu malam, 26 April). "Pak Mukti Ali ga ngerti soal itu, wong dia ga pernah minum anggur."

Gus Dur sendiri ngerti. Apakah itu artinya dia pernah atau malah sering minum anggur? Jaya Suprana tidak menanyakan hal ini.

Sumber : Merdeka[dot]com via MMN
Beberapa Ramalan Gus Dur Yang Diyakini Terbukti Tepat

Beberapa Ramalan Gus Dur Yang Diyakini Terbukti Tepat


GusdurFiles.com ~ KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur , bagi masyarakat Nahdliyin dipercayai memiliki karomah yang tidak banyak dimiliki orang lain. Dia dipercaya sebagai wali, menyimpan banyak yang tidak banyak dipahami oleh orang awam. Anda tentu ingat ketika Gus Dur meramalkan dirinya bakal jadi presiden ke-4 RI. Tidak masuk akal memang, mengingat kondisi Gus Dur ketika itu sedang sakit. Tapi itulah Gus Dur , kenyataannya dia benar-benar menjadi presiden.

Tak hanya soal ramalan menjadi presiden, Gus Dur juga pernah sukses menebak skor pertandingan sepak bola. Ketika muda, Gus Dur memang gemar dengan permainan ini. Bahkan dia kerap menulis kolom di Majalah Tempo dan Kompas soal analisis sepak bola.

Tapi anda bisa percaya bisa tidak, apapun alasannya, beberapa orang percaya bila tebakan skor hasil pertandingan Brasil Vs Skotlandia pada Piala Dunia 1998 waktu itu karena karomah Gus Dur . Gus Dur pun menjadi langganan wartawan untuk ditanya hasil pertandingan sepak bola. Berikut ini beberapa ramalan Gus Dur yang terbukti:

1. Meramal Jadi Presiden RI


Kisah ini disampaikan oleh Djohan Effendi, mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) kabinet persatuan nasional saat era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Djohan merupakan kawan akrab Gus Dur. Sebelumnya, dia tidak mengira Gus Dur bakal jadi presiden.

Djohan, dalam buku berjudul: Satu jam lebih dekat dengan 11 tokoh paling inspiratif di Indonesia, mengatakan ketidakpercayaannya itu. "Dia cuma bilang, kayaknya saya deh besok yang jadi presiden," ujarnya menirukan Gus Dur. Percakapan di kantor PBNU itu direkam betul oleh Djohan.

"Karena waktu itu pas Pemilu 1999, kami berdua enggak nyoblos, malah ngobrol di kantor Gus Dur, he he he," ujarnya.

Kesaksian lain dituturkan Said Siroj, Ketua PBNU. Dulu pada 1998, Said masih menjadi orang dekat Gus Dur. Waktu itu Gus Dur baru pulang dari rumah sakit akibat serangan stroke. Di kamar mungil di Ciganjur, Gus Dur yang tertidur lelap ditunggu oleh Said Aqil, Muhaimin Iskandar, dan Subianto Tjakrawerdaya. Mereka ngobrol dengan pelan-pelan.

"Tiba-tiba Gus Dur bangun sambil teriak: mengko (nanti) aku presiden," ujarnya. Mereka bengon, mengira stroke itu penyebab Gus Dur berperilaku demikian.

2. Memprediksi Sutarman jadi Kapolri

Suatu pagi pada 2005 media cetak nasional memberitakan perihal mutasi perwira tinggi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia, sesuatu yang normal dan rutin terjadi sebagai bentuk penyegaran dan proses regenerasi. ?

Salah satu perwira yang mendapat promosi adalah mantan ajudan Gus Dur ketika menjadi presiden, Kombes Pol Sutarman yang naik pangkat menjadi Brigjend Pol dan menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau.?

Karena secara langsung pernah berinteraksi dengan Gus Dur, berita tersebut juga dibacakan di hadapan Gus Dur. Kebetulan, yang menemani pagi itu Nuruddin Hidayat, salah seorang santri Gus Dur. Seperti dikutip dari situs www.nu.or.id, Nuruddin berdialok dengan Gus Dur.

Nuruddin: "Pak, Pak Tarman dilantik jadi Kapolda Kepri, naik pangkatnya jadi bintang satu."?

Gus Dur : "Oya, sebelumnya dia tugas dimana?"?

Nuruddin: "Di Polda Jatim Pak, terakhir sih Kapolwil Surabaya, nek mboten klentu (kalau tidak keliru),"

Nuruddin: "Pak Tarman niku (ini) ajudan sangking (dari) polisi yang terakhir ngih (ya) Pak?"?

Gus Dur: "Ya, Sutarman gantiin Pak Halba."?

Nuruddin: "Pak Tarman niku priyantun pundi (asalnya dari mana) Pak?"

Gus Dur: "Pak Tarman iku wong (orang) daerah sekitar Solo situ, tepatnya dimana, saya ngak tahu."

Sejenak Gus Dur terdiam beberapa orang yang mengobrol bersamanya juga terdiam, menunggu mungkin ada satu hal penting yang diucapkan oleh Gus Dur.

Lalu
Gus Dur: "Pak Tarman itu orang desa biasa bukan dari kalangan orang kaya, tapi mengko bakale dadi Kapolri (Pak Tarman itu orang biasa dari desa bukan anaknya orang kaya, tapi nanti dia akan jadi Kapolri)"
Nuruddin: "Onggaten toh Pak (oh, begitu ya)"


Pasang Gambar Gus Dur, Rumah Suwito Selamat dari Kebakaran Hebat

Pasang Gambar Gus Dur, Rumah Suwito Selamat dari Kebakaran Hebat


GusdurFiles.com ~ Kebakaran Hebat melanda kawasan pemukiman di Kelapa Gading Jakarta Utara pada hari Selasa tanggal 1 Oktober 2013. Kebakaran dimulai sejak dini hari dan berlangsung hingga pagi setelah matahari terbit. Kebakaran hebat ini menyapu 1.325 rumah. Selain jumlah kepala keluarga yang sebanyak itu, kebakaran ini juga mengakibatkan ribuan warga lain yang tinggal kos di kawasan tersebut kehilangan tempat tinggal dan pakaian serta perlengkapan lainnya.

Seluruh rumah yang merupakan bangunan semi permanen ini ludes dilalap si jago merah. Alhasil tanah yang semula berdiri bangunan tempat tinggal pun berubah seketika menjadi tanah lapang. Namun kejadian kebakaran hebat ini juga menyisakan keheranan dan tanda tanya besar di antara para korban.

Betapa tidak, meski ribuan rumah itu ludes dilapap api, namun ada dua rumah yang ternyata selamat, meski seluruh keliling rumah itu berhimpit dengan tetangga-tetangganya yang ludes. Padahal bahan bangunan kedua rumah itu juga terbuat dari bahan yang mudah terbakar dan dinding kedua rumah tersebut telah hangus dijilat si jago merah.

Namun rupanya, api tidak berhasil menembus dinding dan tidak membakar kedua rumah tersebut. "Alhamdulillah api tidak mampu menembus. Ini dinding-dinding triplek sudah pada hangus dalamnya," tutur Suwito pemilik rumah yang juga ketua RT setempat sambil menunjukkan dinding rumahnya kepada NU Online.

Lebih lanjut Suwito menjelaskan, "Mungkin keselamatan rumah ini karena ada Gambar Gus Dur dan gambar Syeikh Abdul Qodir Jailani yang terpajang di dinding dua kamarnya,"  

Dinding kamar di rumah yang sebelah kiri terpampang gambar Gus Dur dan di kamar rumah yang sebelah kanan terpajang foto Gus Dur dengan bingkai figura warna coklat. Kedua kamar, dindingnya sudah sama-sama dijilat api dan telah menghanguskan hingga dinding dalam. Hanya saja tidak sampai membakar dinding dan rumahnya.

Sementara rumah yang satunya lagi adalah rumah Ustadzah Sholichah, salah seorang pemuka agama dan pengajar ngaji anak-anak setempat. Di rumahnya yang juga selamat terdapat beberapa gambar Gus Dur.

"Ya Alhamdulillah, meskipun pintu-pintu sudah mulai hangus dijilat, namun sepertinya api enggan masuk. Mungkin karena ada gambar Gus Durnya," tuturnya terheran-heran. (Syaifullah Amin, NU Online)
close
Banner iklan disini